Rabu, 30 Oktober 2013

Hemat Lahan dengan Vertikultur


Vertikultur, salah satu sistem budidaya tanaman yang berkonsep hemat lahan. Berbagai macam sayuran dan buah, bahkan padi pun dapat dikembangkan dengan metode ini.
Menyiasati kurangnya lahan pertanian di Jatim, lebih tepatnya di Tegal Bero Camp, Kelurahan Wirogunan, Pasuruan, mulai dikembangkan vertikultur. ”Kawasan di sini  ingin saya jadikan kawasan produktif dan hidup. Kebetulan ada ide vertikultur untuk kita kembangkan,” papar Ir. H. Suhadi, MM, pemilik Tegal Bero Camp.
Menurut Hadi, sapaan akrabnya, banyak yang sudah mencoba vertikultur. “Ini dapat dilakukan siapa saja. Tidak harus sarjana pertanian, siapa yang mau dan minat karena konsepnya bagaimana menghemat sebuah lahan, di perkotaan, di atap rumah silahkan, di ubin tidak ada masalah,” ucapnya memberi semangat.
Mudah Aplikasinya
Kelebihan dari sistem vertikultur ini, jelas Hadi, sangat banyak, seperti hemat lahan, tidak butuh biaya mahal, produktivitas lebih tinggi, rasa sayuran lebih manis, bawang merah memang kecil tapi rasa lebih pedas, dan mempercepat terwujudkan swasembada pangan. ”Satu rumah tangga cukup memiliki tiga paralon untuk beras, tiga paralon untuk sayur-mayur, tiga paralon untuk buah,” katanya.
Sedangkan kelemahannya, si petani harus tepat nutrisi. Jika tidak, akan mengganggu pertumbuhan dan produktivitas sehingga tanaman tidak semaksimal yang ditanam di tanah karena lahannya yang terbatas. Pola vertikultur ini pun hanya bagus untuk sayuran dan bawang merah, sedangkan  buah-buahan kurang besar ukurannya.
Media tanam pada tahap awal secara umum hanya menggunakan sekam, arang sekam, belerang, abu batu (abu pengilangan batu) untuk menjaga kepadatan, pupuk kandang sapi dan kambing. Tanah sebisa mungkin yang gembur. Komposisinya, sekam dan arang sekam sekitar 50%, abu batu 2,5%—5%, belerang 2,5%, pupuk kandang 10%, tanah gembur 10%, dan sisanya serbuk kayu.
Semua media dicampur dan diurai dengan bakteri pengurai seperti EM4 atau Lactobacillus. Kemudian direndam dalam air selama 7—21 hari, lalu media diangkat, diangin-anginkan, dan dimasukkan ke dalam paralon. Air rendaman dijadikan pupuk organik. Pupuk organik bisa dari bungkil pisang, rebung, empon-empon, dan bekicot. “Untuk praktisnya bisa pakai NPK jadi semi organik,” saran Hadi.
Setelah dua musim tanam, media perlu dibongkar dan direndam kembali dalam air yang mengandung bakteri pengurai. Intinya, media yang digunakan harus sarang (porous) agar tidak terjadi pemadatan karena sistemnya terbebani. “Kalau (media) tidak porous, dia akan terus turun, di bawah akan berat. Lalu media harus punya bakteri hidup untuk memaksimalkan makanan dalam media. Untuk itu posisi tanah di dalam paralon tidak boleh kering biar bakterinya tidak mati,” imbuhnya lagi. Karena itulah irigasi merupakan bagian tersulit tapi paling vital dalam pembuatan vertikultur.
Hadi memanfaatkan bahan yang ada dalam bervertikultur supaya biayanya tidak mahal, seperti bambu dan kaleng bekas cat. Masing-masing bahan mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri. Paralon yang digunakan berdiameter 4 inci, terbuat dari plastik, mudah dilubangi, dan tahan lama, bisa digunakan hingga tiga tahun. Sedangkan bambu dipilih jenis bambu petung.
Kalau pun memilih bekas kaleng cat, biasanya yang berukuran 5 kg. Dulu harganya masih sekitar Rp2.000 per buah. Plastik polibag juga bisa dimanfaatkan, tetapi harus ditambahi kawat sebagai penarik agar tegak berdiri. Bahan plastik ini berumur pendek, hanya 3—4 kali tanam, tapi harganya lebih murah.
Biaya Variatif, Hasil Kompetitif
Hadi memberikan tips langkah-langkah memulai vertikultur. Pertama, disiapkan screenhouse.  Atapnya ditutup plastik UV dan bagian samping dilindungi screen dengan ukuran lubang paling kecil untuk mencegah gangguan hama. Buat lubang untuk menancapkan paralon. Dalam mengatur letak paralon, diterapkan konsep cermin segi delapan yang bertujuan memaksimalkan pencahayaan matahari bagi tanaman.
Paralon dibagi dua bagian menjadi setinggi 2 m dan dilubangi sebanyak 120 lubang. Untuk bawang merah, bagian bawahnya ditusuk kayu sedikit ditempelkan dengan kayunya, jadi sebenarnya dia ditahan kayu dulu sebelum akar keluar. Ketika akar keluar, tanaman bawang sudah kuat. Sedangkan sayuran disemaikan dulu sebelum dipindahkan ke paralon.
Sistem irigasinya irigasi tetes. “Setiap paralon ada lubang dan ada dua selang di dalamnya untuk diisi. Biarkan 15 menit hingga media basah semua, kemudian selang ditutup. Jika belum sempurna, semprot dengan sprayer dengan lembut agar tidak merusak media,” tutur Hadi. Penyiraman ini dilakukan setiap pagi dan sore.
Penggunaan pupuk lengkap NPK wajib diaplikasikan bagi tanaman bawang merah. Pada umur 1—30 hari, pilih yang kandungan N-nya tinggi. Menginjak umur 30 sampai panen, digunakan kandungan PK-nya yang tinggi.
Berdasar pengalaman Hadi, bawang merah sangat sulit dibudidayakan secara murni organik karena pertumbuhan generatifnya akan terganggu jika kekurangan nutrisi P dan K. “Kalau tanaman kurang tegak, maka bisa diberi garam satu sendok dicampur air dalam satu tangki ukuran 14 L dan disemprotkan perlahan ke tanaman,” kata pria yang pernah berkarir di perbankan tersebut.
Sistem vertikultur ini cukup menjanjikan. Bila menanam bawang merah, screenhouse berukuran 10 m x 20 m mampu memuat sekitar 600 paralon. Produksinya 4 kg per paralon. Jika harga panen Rp10.000 per kg, maka hasil yang diperoleh sekitar Rp24 juta. “Dua kali tanam sudah BEP, modal keseluruhan diperlukan sekitar Rp25 juta—Rp50 juta,” hitung Hadi.
Sampai sekarang produksi dari vertikultur masih untuk memenuhi kebutuhan daerah Pasuruan. Ini saja sudah membuat Hadi kewalahan sehingga ia akan mengembangkan lagi di lahan belakang yang lebih luas.
Indah Retno Palupi (Surabaya), Renda Diennazola

Minggu, 27 Oktober 2013

 

USAHA BUDIDAYA KELINCI PEDAGING

Salam Rabbit Lovers......
Dalam postingan saya kali ini,saya akan membahas tentang budidaya kelinci pedaging. Yang saat ini sedang dikembangkan di unit usaha peternakan kami.
Selama ini kami hanya fokus pada jenis2 kelinci hias. Tapi seiring berjalannya waktu dan banyaknya permintaan dari para konsumen tentang kelinci jenis pedaging,akhirnya hal ini menggelitik kami untuk bereksperimen mengembangkan jenis kelinci pedaging ini. Apalagi pangsa pasar dalam pengadaan daging kelinci masih terbuka lebar..




TENTANG KELINCI PEDAGING.

Selama ini masyarakat kita mengenal 2 kategori jenis kelinci.. Kelinci Hias dan Kelinci Pedaging. Masing2 mempunyai karakteristik yg berbeda dalam penanganan sehari2 maupun bisnisnya. Dalam perawatan kesehariannya,kelinci Hias diberikan pakan yg bisa menunjang pertumbuhan bulu yg bagus. Sedangkan kelinci pedaging pemberian pakan bertujuan untuk pertumbuhan daging yg bagus. Kelinci pedaging umumnya dari jenis kelinci Ras besar,pertumbuhannya yg cepat dan memiliki daging yg bagus. Dari ras kelinci besar tersebut,yg sering diternakan adalah jenis FLEMISH GIANT dan NEW ZEALAND. Atau bahkan persilangan dari jenis keduanya,yg biasa kita sebut UNGGULAN.
Di peternakan kami,UNGGULAN mencuri perhatian kami untuk dikembangkan karena.... Dibandingkan dengan flemish giant maupun new zealand,jenis ini lebih punya keunggulan (itu menurut kami) baik dari segi bobot,percepatan pengembangan,maupun dari segi ekonomisnya. 

DITILIK DARI SEGI BOBOT.
kelinci UNGGULAN bisa mencapai bobot 4,2kg - 5kg. Hampir setara dng bobot FLEMISH GIANT maupun NEW ZEALAND versi Indonesia... Bahkan ada salah satu peternak yg mempunyai hingga bobot 6,2kg..... wauuuwww...!!

DITILIK DARI PERCEPATAN PENGEMBANGAN.
UNGGULAN jg lebih cepat masa pengembangannya. Dalam umur 6-7 bulan,jenis ini siap untuk dikawinkan... dalam sekali melahirkan,jumlah anakan bisa sampai 7-9 ekor anakan (tergantung pakan yg diberikan dan perawatan).
Bandingkan dng jenis FLEMISH GIANT .. Jenis ini baru mencapai kematangan reproduksinya saat berumur 12 bulan... terlalu lama bukan??

DITILIK DARI SEGI OKONOMISNYA.
Dalam hal pengadaan bibit atau indukan..harga UNGGULAN jelas lebih murah dibandingkan dengan FLEMISH GIANT maupun NEW ZEALAND. Untuk anakan,di farm kami dihargai 50ribu/ekor usia 2 bulan. Bandingkan dengan anakan FLEMISH GIANT / NEW ZEALAND yg seharga 200-250ribu/ekor usia 2 bulan.. Tentunya sangat tidak bersahabat bagi kantong peternak yg  bermodal pas-pasan.....



                                                                    Flemish Giant


                                                                New Zealand White 


                                                                        Unggulan 

MAKANAN KELINCI PEDAGING.
Pakan kelinci pedaging diutamakan adalah yg bisa menunjang pertumbuhannya... yakni hijauan,seperti rumput lapangan,sayuran..bisa ditambah dng pakan buatan pabrik / pelet kelinci. Jika memungkinkan,tambahkan bekatul, ampas tahu/ampas susu kedelai dalam menu makanannya.
Cara pemberian pakan,diberikan 2 kali dalam sehari.. Pagi antara jam 7 - 8,beri pakan pelet dng sdikit ijoan yg tlah dilayukan trlbih dulu..sdikit bekatul/ampas tahu/ampas susu kedelai... sore hari skitar jam 6 sore,beri makan rumput2an dalam jumlah banyak.. kenapa disore hari harus banyak? karena pada dasarnya,kelinci adalah binatang yg aktif dimalam hari/nocturnal.. yg pd siang harinya duhabiskan hanya untuk tidur2an atau bermalas2an.
jangan lupa sdiakan air minum secukupnya. Salah jika ada yg beranggapan kelinci gak butuh air minum...!! Smua mahluk hidup,butuh air minum.....tak terkecuali kelinci.
pemberian kangkung,yg biasa diberikan oleh peternak pemula,kalau bisa dihindari...karena bisa memicu diare yg berujung pd kmatian. boleh diberikan hanya sebagai selingan..itupun tdk boleh terlalu banyak.
Untuk indukan yg sedang hamil atau menyusui,berhubung kelinci pedaging adalah kelinci dari jenis ras besar yg kemampuan beranaknya banyak...bantu asupan gizinya dng memberi tambahan daun pepaya setiap harinya....atau bisa diberikan tambahan obat herbal ASIFIT yg banyak dijual diapotek atau toko obat.

PERKAWINAN.
Saat mengawinkan kelinci,pastikan calon indukan telah berumur 6-7 bulan.. Karena disaat umur itu,kelinci pedaging telah mencapai kematangan reproduksinya. 
Cara mengawinkan yg benar,bawa kelinci betina ke kandang jantan...jng terbalik! 
Dan waktu yg paling pas untuk mengawinkan kelinci adalah saat malam hari antara jam 7-9..atau dipagi hari antara jam 6-7. Setelah pjantan tlah melaksanakan tugasnya dng baik (prkawinan dianggap sukses klo pjantan terlihat jatuh terkulai lemas setelah masa perkimpoian)...istirahatkan betinanya,ambil dan kluarkan dari kandang pejantan...beri minum dan istirahatkan selama 15 menit. Ulang lagi proses diatas hingga 3x.. dan akan dikategorikan berhasil jika betina sudah tidak mau lagi dng pjantannya..ditandai dng bersuara sungut dan mnjauh jika didekati pjantan.
setelah itu tandai kalender tgl perkawinannya...dan biasanya slama 30-32 hari.bayi kelinci akan lahir.. Agar bayi kelinci tidak tercecer kmana-mana,saat kandungan berumur 27 hari..masukan nestbox/kotak beranak dalam kandang betina.

PERHITUNGAN USAHA BUDIDAYA KELINCI PEDAGING.
Usaha peternakan kelinci,bisa dimulai dari skala kecil,menengah hingga besar.. Dengan tingkat produktifitas dan kesuburan yg sangat tinggi. Dari seekor indukan bisa menjadi 15-20 ekor selama setahun dng asumsi anak hidup hingga dewasa 5 ekor,dan melahirkan 3 kali dalam setahun. 
Dengan tingkat harga daging kelinci yg sedikit lebih tinggi dibanding ayam kampung,sekitar 30 ribu per kg nya..atau 20 ribu per kg berat hidup.. Maka usaha budidaya kelinci pedaging,sangat layak untuk dipertimbangkan menjadi pilihan berwiraswasta.
Kelinci pedaging siap potong,biasanya berusia 6-9 bulan dng berat badan rata-rata 4-5 kg. Harga indukan kelinci FLEMISH GIANT antara 450 ribu - 650 ribu. Sedangkan indukan NEW ZEALAND antara 450 ribu - 500 ribu. Bandingkan dng harga indukan UNGGULAN yg tengah kami kembangkan saat ini yg berkisar antara 250 ribu - 300 ribu. Sangat ekonomis bukan?? 
Maka dengan modal 5 jutaan rupiah sudah cukup untuk usaha budidaya kelinci pedaging..dng rincian : untuk membeli 8 ekor indukan dan 2 ekor pejantan..pembuatan kandang serta biaya operasional selama -/+ 8 bulan. Dengan asumsi setelah 8 bulan,kita sudah bisa mendapatkan income dari penjualan kelinci hasil ternak.


Jika anda tertarik untuk bertenak kelinci,khususnya kelinci hias maupun pedaging..tidak ada salahnya jika anda membekali diri dng pengetahuan dasar tentang berternak kelinci terlebih dulu. Jangan sampai anda beranggapan bahwa beternak,baik itu ayam,kambing,sapi atau kelinci itu gampang,mudah,remeh,sepele... 
Yang slama ini banyak terjadi,banyak pemula hobiis kelinci maupun peternak pemula kelinci mengalami kematian demi kematian pd kelinci kesayangannya... hal ini terjadi bukan karena cuaca yg tidak bersahabat,atau karena sebab lain. tapi lebih disebabkan karena mereka kurang memahami kaidah-kaidah beternak kelinci... 
Kunci dari segala kesuksesan adalah belajar dan belajar.... termasuk saya dan teman-teman di RABBIT LOVERS FARM  selalu berusaha belajar demi kemajuan dunia perkelincian di indonesia.
Untuk itu saya akan berusaha terbuka dan siap memberikan konsultasi bagi anda yg ingin memulai beternak kelinci. SELAMAT MENCOBA DAN SUKSES........

Rabu, 09 Oktober 2013

Budidaya Kunyit

ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN ( PART III )


Analisis Usaha Budidaya
Perkiraan analisis budidaya kunyit seluas 1000 m2 yang dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bogor.

1) Biaya produksi

a.Sewa lahan 1 musim tanamRp. 150.000,-
b.Bibit 50 kg @ Rp.
c.Pupuk
- Pupuk kandang 4.000 kg @ Rp. 150,-
- Pupuk buatan: Urea 32 kg @ Rp. 1.100,-
- TSP 16 kg @ Rp. 1800,-
- KCl 16 kg @ Rp. 1.600,-

Rp. 600.000,-
Rp. 35.200,-
Rp. 28.800,-
Rp. 25.600,-
d.PestisidaRp. 100.000,-
e.AlatRp. 60.000,-
f.Tenaga kerjaRp. 200.000,-
g.Panen dan pasca panenRp. 100.000,-
h.Lain-lainRp. 100.000,-

Jumlah biaya produksiRp. 1.399.600,-

2)Pendapatan 2.500 kg @ Rp. 750,-Rp. 1.875.000,-
3)KeuntunganRp. 475.400,-
4)Parameter kelayakan usahaa. Rasio output/input
= 1,399
Usaha budidaya tanaman kunyit skala besar (komersial) atau yang dilakukan secara intensif, di Indonesia belum ada dan sebagian besar petani cenderung menanam tanaman ini sebagai tanaman sampingan saja.

Gambaran Peluang Agribisnis
 
Dewasa ini rata-rata kebutuhan bahan baku kunyit untuk industri kosmetik/ jamu tradisional yang ada di Indonesia antara 1,5-6 ton/bulan. Tingkat kebutuhan pasar dari tahun ke tahun semakin meningkat dengan persentase peningkatan 10-25% per tahunnya. Kebutuhan lebih tinggi pada saat menjelang hari-hari besar/hari raya. Permintaan kebutuhan industri di atas sebagian besar berasal dari pasokan para petani. Melihat dari kebutuhan rata- rata industri jamu dan kosmetik yang ada di dalam negeri, suplai dan permintaan terhadap kunyit tidak seimbang, apalagi memenuhi permintaan pasar luar negeri. Sementara kebutuhan kunyit dunia hingga saat ini mencapai ratusan ribu ton/tahun. Sebagian kecil dari jumlah tersebut dipenuhi oleh negara India, Haiti, Srilanka, Cina, dan negara-negara lainnya.
Indonesia kini sudah selayaknya membudidayakan tanaman ini, terutama dengan sistem monokultur/tumpang sari sehingga produksi yang dicapai lebih cepat dan tinggi, agar kebutuhan minimal dalam negeri terpenuhi secara optimal. Walaupun di daerah Jawa Tengah kini sudah diupayakan sistem penanaman tersebut, juga diperhitungkan dari sudut produktivitas dan jalur tata niaganya, namun luas lahan tanam yang ada belum maksimal untuk memenuhi kebutuhan pasar luar negeri yang mencapai ratusan ribu ton/hanya.
Indonesia sebenarnya mulai mengekspor kunyit. Negara yang dituju antara lain Asia (Malaysia, Singapura, Hongkong, Taiwan, dan Jepang), Amerika, dan Eropa (Jerman Barat dan Belanda). Pada tahun 1987, nilai ekspor tanaman kunyit Indonesia menyumbangkan devisa yang besar bagi negara. Namun pada tahun berikutnya jumlah ekspor tersebut mulai mengalami penurunan dan sempat terhenti pada tahun 1989. Negara India, Cina, Haiti, Srilanka, dan Jamaika kini mulai membudidayakan tanaman kunyit secara besar-besaran dan mereka sudah dapat mengestimasikan produksinya hingga +20 ton/ha.
Dari segi jalur tata niaga, kunyit tergolong efisien, karena dari petani langsung disalurkan ke pedagang pengumpul, lalu ke pabrik/pedagang besar. Maka harga yang diterima petani mencapai 70% dari harga tingkat pabrik, dimana 30% merupakan marjin tata niaga yang terdiri atas 12% marjin biaya dan 18% merupakan marjin keuntungan. Berdasarkan kondisi ini, tata niaga kunyit bisa ditingkatkan lagi, karena marjin terbesar berada pada keuntungan pedagang. Peluang agribisnis kunyit di Indonesia dapat dikembangkan. Kenyataan ini dilandaskan pada tingkat produktivitas, jalur tata niaga, dan kebutuhan kunyit dari berbagai industri yang membutuhkannya.