- Persiapan Lahan
Lokasi
penanaman dapat berupa lahan tegalan, perkebunan atau pekarangan.
Penyiapan lahan untuk kebun kunyit sebaiknya dilakukan 30 hari sebelum
tanam.
- Pembukaan Lahan
Lahan
yang akan ditanami dibersihkan dari gulma dan dicangkul secara manual
atau menggunakan alat mekanik guna menggemburkan lapisan top soil dan
sub soil juga sekaligus mengembalikan kesuburan tanah. Tanah dicangkul
pada kedalaman 20-30 cm kemudian diistirahatkan selama 1-2 minggu agar
gas-gas beracun yang ada dalam tanah menguap dan bibit penyakit/hama
yang ada mati karena terkena sinar matahari.
- Pembentukan Bedengan
Lahan kemudian dibedeng dengan lebar 60-100 cm dan tinggi 25-45 cm dengan jarak antar bedengan 30-50 cm.
- Pemupukan (sebelum tanam)
Untuk
mempertahankan kegemburan tanah, meningkatkan unsur hara dalam tanah,
drainase, dan aerasi yang lancar, dilakukan dengan menaburkan pupuk
dasar (pupuk kandang) ke dalam lahan/dalam lubang tanam dan dibiarkan 1
minggu. Tiap lubang tanam membutuhkan pupuk kandang 2,5-3 kg.
Teknik PenanamanKebutuhan bibit kunyit/hektar lahan adalah 0,50-0,65 ton. Maka diharapkan akan diperoleh produksi rimpang sebesar 20-30 ton/ha.
- Penentuan Pola Tanam
Bibit
kunyit yang telah disiapkan kemudian ditanam ke dalam lubang berukuran
5-10 cm dengan arah mata tunas menghadap ke atas. Tanaman kunyit ditanam
dengan dua pola, yaitu penanaman di awal musim hujan dengan pemanenan
di awal musim kemarau (7-8 bulan) atau penanaman di awal musim hujan dan
pemanenan dilakukan dengan dua kali musim kemarau (12-18 bulan). Kedua
pola tersebut dilakukan pada masa tanam yang sama, yaitu pada awal musim
penghujan. Perbedaannya hanya terletak pada masa panennya.
- Pembuatan Lubang Tanam
Lubang
tanam dibuat di atas bedengan/petakan dengan ukuran lubang 30 x 30 cm
dengan kedalaman 60 cm. Jarak antara lubang adalah 60 x 60 cm.
- Cara Penanaman
Teknik
penanaman dengan perlakuan stek rimpang dalam nitro aromatik sebanyak 1
ml/liter pada media yang diberi mulsa ternyata berpengaruh nyata
terhadap pertumbuhan dan vegetatif kunyit, sedangkan penggunaan zat
pengatur tumbuh IBA (indolebutyric acid) sebanyak 200 mg/liter pada
media yang sama berpengaruh nyata terhadap pembentukan rimpang kunyit.
- Perioda Tanam
Masa
tanam kunyit yaitu pada awal musim hujan sama seperti tanaman
rimpang-rimpangan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena tanaman muda akan
membutuhkan air cukup banyak untuk pertumbuhannya. Walaupun rimpang
tanaman ini nantinya dipanen muda yaitu 7 – 8 bulan tetapi pertanaman
selanjutnya tetap diusahakan awal musim hujan.
|
Pemeliharaan Tanaman
- Penyulaman
Apabila
ada rimpang kunyit yang tidak tumbuh atau pertumbuhannya buruk, maka
dilakukan penanaman susulan (penyulaman) rimpang lain yang masih segar
dan sehat.
- Penyiangan
Penyiangan
dan pembubunan perlu dilakukan untuk menghilangkan rumput liar (gulma)
yang mengganggu penyerapan air, unsur hara dan mengganggu perkembangan
tanaman. Kegiatan ini dilakukan 3-5 kali bersamaan dengan pemupukan dan
penggemburan tanah. Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman
berumur ½ bulan dan bersamaan dengan ini maka dilakukan pembubunan guna
merangsang rimpang agar tumbuh besar dan tanah tetap gembur.
- Pembubunan
Seperti
halnya tanaman rimpang lainnya, pada kunyit pekerjaan pembubunan ini
diperlukan untuk menimbun kembali daerah perakaran dengan tanah yang
melorot terbawa air. Pembubunan bermanfaat untuk memberikan kondisi
media sekitar perakaran lebih baik sehingga rimpang akan tumbuh subur
dan bercabang banyak. Pembubunan biasanya dilakukan setelah kegiatan
penyiangan dan biasanya dilakukan secara rutin setiap 3 – 4 bulan
sekali.
Pemupukan
a.
| Pemupukan Organik Penggunaan
pupuk kandang dapat meningkatkan jumlah anakan, jumlah daun, dan luas
area daun kunyit secara nyata. Kombinasi pupuk kandang sebanyak 45
ton/ha dengan populasi kunyit 160.000/ha menghasilkan produksi sebanyak
29,93 ton/ha. |
| b. | Pemupukan Konvensional Selain pupuk dasar (pada awal penanaman), tanaman kunyit perlu diberi pupuk susulan kedua (pada saat tanaman berumur 2-4 bulan). Pupuk
dasar yang digunakan adalah pupuk organik 15-20 ton/ha. Pemupukan tahap
kedua digunakan pupuk kandang dan pupuk buatan (urea 20 gram/pohon; TSP
10 gram/pohon; dan ZK 10 gram/pohon), serta K2O (112 kg/ha) pada
tanaman yang berumur 4 bulan. Dengan pemberian pupuk ini diperoleh
peningkatan hasil sebanyak 38% atau 7,5 ton rimpang segar/ha. Pemupukan
juga dilakukan dengan pupuk nitrogen (60 kg/ha), P2O5 (50 kg/ha), dan
K2O (75 kg/ha). Pupuk P diberikan pada awal tanam, pupuk N dan K
diberikan pada awal tanam (1/3 dosis) dan sisanya (2/3 dosis) diberikan
pada saat tanaman berumur 2 bulan dan 4 bulan. Pupuk diberikan dengan
ditebarkan secara merata di sekitar tanaman atau dalam bentuk alur dan
ditanam di sela-sela tanaman. |
Pengairan dan Penyiraman
Tanaman
kunyit termasuk tanaman tidak tahan air. Oleh sebab itu drainase dan
pengaturan pengairan perlu dilakukan secermat mungkin, agar tanaman
terbebas dari genangan air sehingga rimpang tidak membusuk. Perbaikan
drainase baik untuk melancarkan dan mengatur aliran air serta sebagai
penyimpan air di saat musim kemarau.
Waktu Penyemprotan Pestisida
Penyemprotan pestisida dilakukan jika telah timbul gejala serangan hama penyakit.
Pemulsaan
Sedapat
mungkin pemulsaan dengan jerami dilakukan diawal tanam untuk
menghindari kekeringan tanah, kerusakan struktur tanah (menjadi tidak
gembur/padat) dan mencegah tumbuhnya gulma secara berlebihan. Jerami
dihamparkan merata menutupi permukaan tanah di antara lubang tanaman.
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar